7 Cara Untuk Membantu dan Melatih Bayi Berjalan




Mama, ananda usia berapa? Apakah sudah memasuki usia 9 bulan? Kalau iya, ini saatnya mama menstimulasi kemampuan anak untuk belajar berjalan. Sudah boleh? Iya dong.
Bayi sudah mulai suka berdiri kan? Walau dengan menopang tangan yang berpegangan di sandaran sofa, merambat ke lemari, berpegangan di kusen jendela yang rendah. Atau bisa dengan cara apa saja.
Biasanya mereka berdiri sekitar dua detik, lalu terjatuh lagi. Itu wajar kok ma, maklum mereka sedang dalam proses belajar, belum seimbang. Kalau melihat pemandangan seperti itu, sebaiknya mama segera menstimulasinya ya. Dengan cara apa sih? Memakai 7 Cara  Untuk Membantu dan Melatih Bayi Berjalan. Apa saja ketujuh cara tersebut?
7 Cara Untuk Membantu dan Melatih Bayi Berjalan
  1. Mempergunakan kain yang diikat di sekitar dada. Ikatlah yang cukup saja, jangan terlalu kencang, kasihan dedeknya juga ya, hehehe. Kemudian sisa kain yang masih menjuntai, dijadikan pegangan mama untuk mengendalikan keseimbangan bayi dalam berjalan. Kalau Bahasa Jawa dikenal sebagai di tetah. Sekarang sih udah ada alat yang praktis dan dijual di toko bayi, mama bisa searching di google ya.
  2. Kalau ada stroller atau kereta dorong bayi, tidak apa dipergunakan. Terkadang kalau stroller ada di dekat kamar bayi, mereka akan berusaha merambat. Pastikan agar stroller tersebut memang cukup kuat dan tidak mudah berjalan sendiri ya ma. Ada bayi yang belajar berdiri dan berjalan menggunakan stroller. Pastikan kondisi rumah aman ya untuk dedeknya.
  3. Kayu sepanjang rentangan mama. Konsepnya hampir sama dengan yang nomer satu. Mama rentangkan kayu tersebut. Posisi berhadapan dengan buah hati. Kemudian minta dedek berpegangan dengan kayu tersebut. Lalu tuntun dia agar berdiri dan mama berjalan mundur pelan-pelan, agar dia tergerak untuk maju. Lakukan ini setelah dedek sudah mulai menggerakkan kaki untuk melangkah ya.
  4. Kayu yang dibuat melingkar. Dedek di taruh di dalamnya. Pilih kayu yang aman untuk anak. Jangan ada serabut kayu yang bisa melukai si kecil. Amplas kayu tersebut sehalus mungkin. Biasanya dia akan tertarik untuk merambat, berpegangan kayu, lalu menggerakkan tangan dan kakinya memutar. Ini cukup efektif lho. Sebisa mungkin kayunya tumpul dan berukuran besar ya dan ada pegangan busanya. Tempat berdiri dedek juga dilapisi kain empuk ya ma.
  5. Berikutnya, mama dan papa berdiri berhadapan. Untuk pertama, mama bisa mencoba dengan jarak setengah meter. Lalu mama memegang dedek dengan posisi berdiri, sementara papa merentangkan tangannya, lalu menangkap dedek ketika sudah sampai. Tambah jaraknya setelah ananda bisa lancar.
  6. Biarkan ananda memegang kursi atau meja untuk merambat dan menyusuri sambil berjalan.
  7. Mama bisa menggandeng satu tangan setelah dirasa anak sudah bisa melangkah pelan. Lakukan tahap berikutnya dengan mengarahkan anak memegang jari mama dan menatihnya.
Caranya sangat mudah bukan ma? Lakukan ini secara rutin ya. Tidak usah melarang-larang anak untuk mengeksplore, karena akan membuatnya malah jadi takut untuk berlatih, ada lho ma yang demikian. Akibatnya anak jadi tidak berkembang. Sekali lagi, pastikan sekitar aman untuk anak ya. Bisa dengan memberikan kain empuk yang aman atau meletakkan kasur di bawah, bisa satu atau lebih dari satu. Semoga bermanfaat ya ma.
Share bila bermanfaat, ke teman mama ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *