Benarkah Papa Bisa Mengalami Baby Blues? Inilah Tandanya dan Penyebabnya




Mamakece, ternyata papa juga ada yang bisa mengalami baby blues lho. Jadi tak hanya mama saja. Dalam sebuah penelitian ada fakta yang mengejutkan, bahwa 62% papa mengalami stres mendekati depresi pasca-lahir atau baby blues. Kok bisa ya? Mungkin itu pertanyaan yang muncul di pikiran mamakece.

Baby blues yang terjadi papa, timbul karena ada kekawatiran yang begitu banyak. Gejala tersebut biasa terjadi hanya dalam beberapa minggu, dan hilang sendiri. Tanda untuk mengetahui papa sedang mengalami baby blues, cukup mudah. Papa akan mudah panik, mudah marah, sulit berkosentrasi dan menjadi tidak sabar. Kalau mamakece menemukan indikasi ini, berarti mama harus mulai membantu meyakinkan. Bagaimana mamakece bisa meyakinkannya? Pahami kekhawatirannya berikut ini.

1. Papa mengalami keraguan apakah bisa membiayai keluarga
     Ini terjadi, karena semakin meningkatnya kebutuhan hidup keluarga, baik harian hingga masa depan. Biaya mengasuh bayi juga tidak bisa dibilang murah. Awalnya, mama bisa meyakinkan papa, kalau akan memberikan ASI. Papa pasti mulai lega, karena secara perhitungan, selain bergizi, ASI juga bisa menghemat, dibanding susu formula.

2. Ragu apakah dia bisa menjadi papa yang baik dan bisa diandalkan
Berita kriminal yang melibatkan papa sebagai pelaku pecabulan, kekerasan pada anak, dll. Sedikit banyak mempengaruhi dirinya, hingga timbul keraguan, apakah dia bisa menjadi papa yanh baik dan bisa diandalkan. Yakinkan papa, agar tidak ragu. Secara naluri, papa bisa menjadi papa yang baik, dari praktik langsung, rasa cinta yang muncul setelah melihat buah hati dan kesabaran saat ikut mengasuh. Libatkan dia dalam pengasuhan anak. Lama kelamaan papa akan yakin dan keraguan pun hilang.

3.  Bagaimana cara berbagi tugas dan tanggung jawab pada anak
Sebenarnya, tak perlu berbagi tugas dan tanggung jawab mengasuh
anak. Ini bisa dilaksanakan secara bersama, tanpa harus siapa yang harus mengasuh. Saling mengerti saja, kapan waktu papa memgasuh anak, sementara mamakece istirahat. Atau menawarkan diri secara langsung mengasuh anak, kapan pun papa mau. Ini tentu akan meringankan kekawatiran papa. Saat mamakece kelelahan, hingga tak terbangun di malam hari, saat bayi menangis, papa bisa langsung turun tangan mengecek apakah tangisan berasal dari popok yang sudah penuh, atau karena haus. Kalau haus, papa bangunkan mama, untuk memberikan ASI. Tahan tubuh mama, saat menyusui, karena masih mengantuk.

4. Perlukah Membatasi Pergaulan?
Yakinkan papa, bahwa pergaulan tak perlu dibatasi. Hanya saja, kini papa dan mama memiliki tanggung jawab baru memiliki anak dan mengasuhnya. Tentu papa harus lebih memiliki tingkat urgent atau tidak ketika bergaul. Fakta, papa lebih suka bergaul dengan mereka yang sudah memiliki anak. Jadi merasa tidak sendirian dan obrolan masih nyambung.

5. Bagaimana dengan hubungan suami istri?

Ini adalah hal paling penting untuk kelanggengan suami istri. Hanya karena memiliki buah hati, privasi dan keintiman adalah sesuatu yabg sulit didapat. Papa dan mama bisa merencanakan romantisme. Mencuri waktu ketika buah hati terlelap. Menonton film bersama di rumah. Memasakkam menu kesukaan, dll. Ada banyak cara membangkitkan gairah yang terus menyala. Percaya atau tidak, kehadiran anak akan memperdalam, memperkuat, dan meningkatkan kualitas hubungan papa dan mama kece.

Kira-kira, apakah ada mama yang menemukan tanda baby blues pada papa? Silakan meninggalkan komentar di bawah ya ma. Kalau menemukan, ajak papa membaca artikel ini ya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *