Mama Ingin Menonton Film Bareng Anak? Coba 7 Panduan Memilih Ini Ma

Mama ingin menonton film bareng anak tapi bingung ketika memilihnya? Pernah nonton suatu film yang seharusnya segmen anak-anak. Eh ternyata mengandung konten yang tak sesuai? Yuk baca artikel panduan menonton film anak ini.
Sedih dan nyesek pastinya. Alih-alih ingin menikmati kesenangan bersama. Anda malah jadi menutup mata anak-anak selama film diputar. Atau memilih meninggalkan bioskop.
Salah satu kegiatan menyenangkan bagi anak adalah menonton film. Apalagi film layar lebar dan menontonnya langsung di bioskop. Tentu hal yang mengasyikkan dan bikin nagih. Kali ini mamakece akan berbagi 7 panduan memilih film layar lebar untuk anak.

Dilema orang tua

Suatu dilema yang dirasakan seorang mama adalah takut salah milih untuk anak. Terutama mengenai film. Seringkali film bertajuk anak tetapi mengandung konten yang tidak layak. Misal tentang kekerasan, romantisme yang tidak perlu atau kata tak pantas.
Mama yang baik tentu tidak mau anak terkontaminasi dengan hal tersebut. Maunya anak tumbuh dengan baik. Memiliki kepribadian yang baik.
Anak usia satu setengah tahun memang sudah bisa menikmati sebuah tontonan. Dia bisa larut dalam adegan sebuah film. Baik kartun maupun manusia. Mama boleh perhatikan. 🙂
Mereka juga bisa diajak ke bioskop atau menonton di rumah. Pilihannya terserah Anda. Lebih suka yang mana.
Lalu bagaimana cara memilih film layar lebar yang aman untuk anak? Yuk baca selanjutnya.

7 Panduan Memilih Film Layar Lebar Untuk Anak

  1. Lihat trailernya: Hal yang paling utama yang harus mama lihat terlebih dahulu. Meski ini tidak bisa menjadi jaminan bahwa itu seratus persen bagus atau tidak. Aman? Belum tentu, Anda kan baru melihat sekilas. Trailer kan cuplikan film. Jadi hanya diambil yang baik saja. Selanjutnya mama bisa coba langkah di bawah ini
  2. Baca sinopsisnya: Pasti ada dong. Mudah ditemukan. Film biasanya akan gencar promo dan menyebarkan sinopsisnya. Anda bisa melihatnya di sana
  3. Tanya ke teman yang sudah menonton: Ini paling afdol. Bertanya ke teman yang sudah menonton. Menurut mereka bagaimana. Bagus atau tidak. Ini dalam konteks, apakah film ini mengandung edukasi yang dibutuhkan anak? Aman atau tidak?
  4. Cari di Google atau media sosial: Anda biasanya akan masuk ke blog, ketika mencari dari Google. Tak apa. Banyak kok yang akan membagi pengalaman nontonnya di blog. Anda bisa menemukan informasi yang dibutuhkan. Bagaimana kalau media sosial? Nah ini, pasti ada kok ma. Coba telusuri. Apalagi kalau tentang film yang sedang happening. Kalau tidak, ya cari saja. Pasti ada satu dua yang akan share.
  5. Cari tahu apakah ada konten yang tidak sesuai dengan anak: Ini harus Anda utamakan ketika mencari informasi. Konten sesuai atau tidak? Ada porno? Apa ada adegan kekerasan? Seputar itu.
  6. Siapa production house yang membuat: Nah ini penting lho. Seringkali ada beberapa production house yang tidak mempedulikan konten atau segmen yang akan menonton. Maka tak heran ada film yang seharusnya untuk anak tapi kok malah ada adegan yang tak seharusnya. Kan ga lucu ya. Mama bisa mencari production house yang memang konsisten dan memiliki tujuan jelas tentang siapa segmennya. Soal keamanan kontennya. Ada edukasinya dll. Anda bisa melihat Pixar dan Disney. Besutannya kebanyakan aman untuk anak-anak.
  7. Apa respon terbanyak: Perhatikan apa respon terhadap film anak tersebut. Anda bisa menyimpulkan apakah layak tonton atau tidak dari komentar kebanyakan bilang apa.
Sepertinya mudah ya? Iya. Hanya saja butuh ketelatenan ma. Untuk anak apa sih yang enggak mama lakukan? Terutama untuk memberikan yang terbaik. Apalagi demi kebaikan anak-anak. Betul ma?
Mama boleh share artikel ini bila bermanfaat. Semakin banyak yang membaca ini, bisa menjadi ladang amal untuk mama. Semoga bermanfaat ya ma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *